Posted in Internet 1 month ago 3 min read
Banyak orang masih berpikir kalau membuat website itu mahal. Padahal di tahun 2026, biaya membuat website sudah jauh lebih terjangkau dibanding beberapa tahun lalu. Bahkan dengan budget puluhan ribu rupiah per bulan saja, kamu sudah bisa memiliki website sendiri.
Website saat ini juga tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar. Banyak pelajar, freelancer, UMKM, hingga content creator mulai membuat website pribadi untuk berbagai kebutuhan seperti portofolio, blog, toko online, atau landing page bisnis.
Lalu sebenarnya berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat website di tahun 2026? Berikut rincian biaya yang perlu kamu siapkan.
1. Biaya Domain
Domain adalah alamat website yang diketik di browser, misalnya seperti namabisnis.com atau namablog.id

Harga domain berbeda-beda tergantung ekstensi yang digunakan. Beberapa contoh harga domain yang umum digunakan:
Untuk pemula biasanya cukup menggunakan domain .com atau .my.id karena harganya relatif murah dan mudah diingat.
Domain hanya perlu dibayar sekali setiap tahun, jadi bukan biaya bulanan.
Hosting adalah tempat menyimpan semua file website seperti gambar, artikel, database, dan sistem website itu sendiri.
Tanpa hosting, website tidak akan bisa diakses di internet.
Harga hosting sangat bervariasi tergantung spesifikasi server dan penyedia layanan. Namun untuk website baru, kamu tidak perlu hosting yang mahal.
Saat ini sudah banyak layanan hosting murah yang cukup stabil untuk website kecil hingga menengah. Salah satunya adalah layanan seperti ArenHost yang menyediakan paket hosting dengan harga yang cukup terjangkau.

Harga hosting sendiri biasanya mulai dari sekitar Rp10.000 – Rp30.000 per bulan tergantung paket yang dipilih.
Jika menggunakan platform seperti WordPress, kamu bisa memilih ribuan tema untuk mengatur tampilan website.
Ada dua jenis tema yang biasanya digunakan:
Tema gratis tersedia langsung di dashboard WordPress. Pilihannya cukup banyak dan sudah cukup untuk membuat website sederhana.
Kelebihan tema gratis:
Namun biasanya fitur desainnya lebih terbatas.
Tema premium biasanya memiliki desain yang lebih profesional dan fitur yang lebih lengkap.
Harga tema premium biasanya berkisar antara:
Rp300.000 – Rp1.000.000 (sekali bayar)
Untuk pemula sebenarnya tidak wajib membeli tema premium karena tema gratis pun sudah cukup bagus.
Plugin adalah fitur tambahan yang bisa dipasang di website. Misalnya untuk:
Kabar baiknya, sebagian besar plugin penting di WordPress tersedia gratis.
Contoh plugin gratis yang populer:
Beberapa plugin memang memiliki versi premium, tetapi untuk website baru biasanya versi gratis sudah lebih dari cukup.
Maintenance adalah biaya untuk menjaga website tetap berjalan dengan baik.
Biasanya maintenance meliputi:
Jika kamu mengelola website sendiri, maka biaya maintenance sebenarnya hanya sebatas domain dan hosting saja.
Namun jika menggunakan jasa developer atau agensi, biaya maintenance bisa berkisar antara:
Rp200.000 – Rp1.000.000 per bulan tergantung layanan yang diberikan.
Jika dihitung secara sederhana, berikut estimasi biaya membuat website:
Biaya minimum (versi hemat):
Domain
± Rp150.000 / tahun
Hosting
± Rp10.000 – Rp30.000 / bulan
Tema
Gratis
Plugin
Gratis
Jadi total biaya membuat website bisa mulai dari sekitar:
± Rp250.000 – Rp500.000 per tahun
Harga ini tentu sangat terjangkau jika dibandingkan dengan manfaat yang bisa didapat dari sebuah website.
Di era media sosial seperti sekarang, banyak orang bertanya apakah website masih diperlukan.
Jawabannya: masih sangat penting.
Website memiliki beberapa kelebihan dibanding media sosial:
Banyak bisnis bahkan menggunakan website sebagai pusat informasi utama, sementara media sosial hanya digunakan untuk promosi.